Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Petakan dan Klasifikasikan UMKM Desa Keprabon untuk Dukung Program Pembinaan Terpadu

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Petakan dan Klasifikasikan UMKM Desa Keprabon untuk Dukung Program Pembinaan Terpadu
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Petakan dan Klasifikasikan UMKM Desa Keprabon untuk Dukung Program Pembinaan Terpadu

Desa Keprabon — Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Keprabon menunjukkan potensi yang cukup besar untuk terus dikembangkan. Hal ini terlihat dari antusiasme tinggi para pelaku usaha yang mengisi data pendaftaran secara daring saat program ini disosialisasikan. Namun, di balik antusiasme tersebut, ditemukan bahwa informasi mengenai UMKM di desa selama ini masih tersebar dan belum tersusun secara terstruktur, sehingga menyulitkan pemerintah desa dalam menentukan UMKM mana yang paling siap dan potensial untuk menerima program pembinaan lanjutan.

Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) merancang program "Klasifikasi dan Analisis Kelayakan Potensi UMKM Desa Keprabon untuk Program Pembinaan Terpadu". Program ini bertujuan membangun sistem pendataan dan pengelompokan usaha yang jelas, agar proses seleksi UMKM prioritas untuk dibina dapat dilakukan  secara lebih objektif dan terukur.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Afriza Surya Pratama, mahasiswa Program Studi S1 Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Diponegoro, sebagai salah satu program multidisiplin dalam rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro di Desa Keprabon.

Pelaksanaan program diawali dengan penyebaran informasi melalui Ketua RT/RW setempat, yang menyertakan Contact Person (CP) mahasiswa agar pelaku UMKM dapat langsung mendaftarkan usahanya. Setelah data pendaftar terkumpul, mahasiswa KKN melakukan pendataan profil masing-masing UMKM secara lebih mendalam, mulai dari jenis usaha, skala produksi, hingga kesiapan pelaku usaha untuk berkembang. Data tersebut kemudian diolah melalui proses klasifikasi guna menentukan UMKM mana yang memiliki tingkat kesiapan dan potensi paling tinggi untuk menerima program pembinaan lanjutan.

Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan pemerintah desa serta pelaku UMKM sebagai kelompok sasaran utama, dengan narasumber yang terdiri dari pelaku UMKM itu sendiri dan Ketua RT/RW yang berperan sebagai penghubung informasi di tingkat wilayah. Pendekatan ini dipilih agar data yang terkumpul benar-benar mencerminkan kondisi riil UMKM di lapangan, bukan sekadar data administratif semata.

Sebagai luaran akhir, program ini menghasilkan modul E-Katalog berupa dokumen profil klasifikasi UMKM pendaftar, lengkap dengan rekomendasi daftar UMKM potensial yang terpilih untuk mengikuti program pembinaan lanjutan. Dokumen ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah desa dalam menyusun kebijakan maupun program pemberdayaan ekonomi yang lebih tepat sasaran di masa mendatang.

Program ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan ke-8 yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui dorongan terhadap pertumbuhan UMKM sebagai penggerak ekonomi desa, serta Tujuan ke-9 yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pembangunan sistem pendataan dan klasifikasi usaha yang lebih terstruktur sebagai bentuk infrastruktur informasi yang mendukung inovasi pembinaan UMKM ke depannya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap Desa Keprabon dapat memiliki basis data UMKM yang rapi dan berkelanjutan, sehingga program pembinaan yang diberikan pemerintah maupun pihak lain di masa depan dapat lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan ekonomi warga.

 

Afriza Surya Pratama | Mahasiswa Universitas Diponegoro | Program Studi Ilmu Ekonnomi

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0