PENDATAAN UMKM DI 12 RT DESA KEPRABON, MODAL AWAL PEMBERDAYAAN MENUJU SDGS 8 EKONOMI BERKELANJUTAN

PENDATAAN UMKM DI 12 RT DESA KEPRABON, MODAL AWAL PEMBERDAYAAN MENUJU SDGS 8 EKONOMI BERKELANJUTAN
PENDATAAN UMKM DI 12 RT DESA KEPRABON, MODAL AWAL PEMBERDAYAAN MENUJU SDGS 8 EKONOMI BERKELANJUTAN
PENDATAAN UMKM DI 12 RT DESA KEPRABON, MODAL AWAL PEMBERDAYAAN MENUJU SDGS 8 EKONOMI BERKELANJUTAN

Kab. Klaten, 30 Juli 2026 – Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, dikenal sebagai salah satu desa dengan keunggulan sumber daya pengrajin di Jawa Tengah. Produk-produk khas seperti kipas tradisional, dompet batik, hingga hasil karya pandai besi menjadi identitas ekonomi kreatif masyarakat setempat. Melihat potensi besar tersebut, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) berupaya melakukan pendataan sekaligus pemberdayaan terhadap pelaku UMKM di wilayah ini.

Pendataan dilakukan secara menyeluruh pada 29–30 Juli 2026 dengan melibatkan 10 mahasiswa yang dibagi ke dalam beberapa kelompok. Keberlangsungan pendataan ini dikoordinasikan oleh mahasiswa Ilmu Pemerintahan, untuk memastikan setiap RT di Desa Keprabon terjangkau. Metode yang digunakan cukup beragam, mulai dari kunjungan langsung ke rumah-rumah pengrajin (door to door) hingga penyebaran poster online yang dititipkan melalui ketua RT. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh pelaku UMKM mendapat informasi dan kesempatan yang sama dalam mengikuti program pemberdayaan.

Dari data yang berhasil didapatkan, tercatat hampir 200 rumah tangga yang aktif sebagai pengrajin. Rinciannya antara lain:

  • RT 1 sebanyak 8 orang
  • RT 2 sebanyak 7 orang
  • RT 3 sebanyak 10 orang
  • RT 4 sebanyak 15 orang
  • RT 5 sebanyak 16 orang
  • RT 6 sebanyak 8 orang
  • RT 7 sebanyak 26 orang
  • RT 8 sebanyak 48 orang
  • RT 9 sebanyak 18 orang
  • RT 10 sebanyak 3 orang
  • RT 11 sebanyak 21 orang
  • RT 12 sebanyak 17 orang

Dengan mempertimbangkan hambatan berupa sebaran dan dominasi usia pelaku UMKM, Tim KKN Undip berhasil menjaring 20 peserta yang bersedia mengikuti program sosialisasi dan pendampingan sesuai dengan target awal yang telah ditetapkan. Peserta ini tidak hanya berasal dari sektor pengrajin, tetapi juga dari UMKM lain seperti usaha makanan, jajanan tradisional, hingga sektor jasa seperti cuci motor.

Program pemberdayaan yang dirancang Tim KKN Undip berorientasi pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM, mulai dari manajemen usaha, pemasaran digital, hingga penguatan jaringan antar-pelaku usaha. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan usaha masyarakat desa. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 8, yaitu “Decent Work and Economic Growth” atau “Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.”

Dengan adanya pendataan yang sistematis, Tim KKN Undip kini memiliki acuan yang jelas untuk merancang program pendampingan sesuai kebutuhan pelaku UMKM. Pemerintah desa pun menyambut baik langkah ini, karena dapat membantu memperkuat identitas Desa Keprabon sebagai desa pengrajin sekaligus desa UMKM yang berdaya saing.

Ke depan, diharapkan kegiatan ini tidak berhenti pada tahap pendataan dan sosialisasi saja, melainkan berlanjut pada pendampingan intensif, pelatihan keterampilan, serta pengembangan akses pasar. Dengan dukungan mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, Desa Keprabon berpeluang menjadi model pemberdayaan UMKM berbasis komunitas yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus memperkuat ekonomi daerah.

 

Ditulis oleh Najma Aufiyah Jaisyillah/Ilmu Pemerintahan/Universitas Diponegoro

081226227732

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0