Mahasiswa KKN Undip dan Puskesmas Polanharjo Kolaborasi Cegah Stunting melalui 5 Pilar STBM
KLATEN – Pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga perlu didukung penerapan sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat. Hal tersebut menjadisalah satu fokus Tim KKN Reguler Undip Desa Karanglo melalui kegiatan Aksi Pangan Lokal (APAL) Cegah Stunting dalam Mewujudkan Kecamatan Berdaya di Aula Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 07.00–12.00 WIB tersebut merupakan bagian dari Program Multidisiplin 1 KKN Reguler Undip Desa Karanglo dengan tema “Penyuluhan Gizi dan Sanitasi sebagai Upaya Pencegahan Stunting dalam Mewujudkan Kecamatan Berdaya.” Kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan Dispermades Provinsi Jawa Tengah dan menyasar 30 peserta yang terdiri atas ibu hamil dan remaja putri dari wilayah Kecamatan Polanharjo.
Kegiatan bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenaipencegahan stunting melalui pemenuhan gizi, sanitasi, serta perilaku hidup bersih dan sehat. Program tersebut juga mendukung SDGs Tujuan 2 Tanpa Kelaparan, Tujuan 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta Tujuan 6 Air Bersih dan Sanitasi Layak.
Kegiatan turut didampingi oleh perwakilan Dispermades Provinsi Jawa Tengah. Dalam pelaksanaannya, Dispermades Provinsi Jawa Tengah mengundang DPMD Kabupaten Klatendan Camat Polanharjo yang hadir melalui perwakilan masing-masing. Sementara itu, Pemerintah Desa Karanglo turut hadir melalui perwakilannya setelah diundang oleh Tim KKN Reguler Undip.
Salah satu materi yang diberikan adalah Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang disampaikan oleh Atikah Nurul Wafiah, S.KM., Sanitarian Puskesmas Polanharjo. Materi mencakup lima pilar STBM, yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun, Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga, Pengelolaan Sampah RumahTangga, serta Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga.
“Berat badan bayi yang tidak mengalami peningkatan tidak selalu disebabkan oleh kekurangan gizi. Kondisi sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan keluargajuga perlu diperhatikan dalam mendukung pertumbuhan anak,” jelas Atikah.
Edukasi STBM dilengkapi dengan praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan sesi tanyajawab. Sementara itu, materi mengenai pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan remaja putridisampaikan oleh Erna Sulistyowati, S.Gz., Nutrisionis Madya Puskesmas Polanharjo.
Sebagai luaran kegiatan, Tim KKN Reguler Undip Desa Karanglo menyerahkan buku sakuyang memuat materi STBM dan pemenuhan gizi kepada pihak Kecamatan Polanharjo dan Pemerintah Desa Karanglo. Peserta juga mendapatkan vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin D3, serta tablet tambah darah (TTD).
Keberhasilan kegiatan terlihat dari adanya peningkatan pemahaman peserta berdasarkan hasil pretest dan posttest. Hasil pretest menunjukkan sebagian besar peserta masih belummemahami peran sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat dalam pencegahan stunting. Setelah mengikuti rangkaian edukasi, hasil posttest menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan.
Melalui kegiatan tersebut, Tim KKN Reguler Undip Desa Karanglo mendorong ibu hamil dan remaja putri untuk lebih memahami pentingnya pemenuhan gizi serta penerapan sanitasi dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Kecamatan Berdaya dan upaya pencegahan stunting di Kecamatan Polanharjo
What's Your Reaction?




